Wabah Merebak! Inilah Penyebab PMK Pada Sapi

Penyakit Mulut dan Kuku

Penyebab PMK Pada Sapi

Wabah Merebak! Inilah Penyebab PMK Pada Sapi. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi, bagaikan badai yang melanda peternakan di Indonesia. Wabah ini tak hanya merugikan peternak secara ekonomi, tetapi juga mengancam ketahanan pangan nasional.

Penyebab PMK Pada Sapi

Apa yang memicu badai PMK ini?

Mari kita telusuri lebih dalam penyebab utama PMK pada sapi:

1. Virus Aphthovirus

Dalang di balik PMK adalah virus Aphthovirus dari famili Picornaviridae. Virus ini sangat menular dan memiliki tujuh serotipe, yaitu A, O, C, SAT 1, SAT 2, SAT 3, dan Asia 1.

2. Penularan yang Mudah

Virus PMK dapat menyebar dengan berbagai cara:
  • Kontak Langsung: Hewan yang terkontaminasi menularkan virus melalui kontak langsung dengan hewan sehat, seperti saat bersentuhan, beradu mulut, atau bahkan melalui udara.
  • Perantara: Virus dapat menempel pada benda-benda seperti pakaian, sepatu, peralatan peternakan, dan kendaraan yang terkontaminasi virus.
  • Produk Hewan: Virus PMK dapat ditemukan dalam susu, daging, dan produk hewan lainnya.

3. Faktor Risiko

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko terpapar PMK:
  • Pergerakan Hewan: Perdagangan hewan ternak yang tidak terkontrol menjadi salah satu jalur utama penyebaran virus PMK.
  • Sanitasi yang Buruk: Kurangnya sanitasi di peternakan dapat mempermudah virus untuk berkembang biak dan menyebar.
  • Hewan Liar: Hewan liar seperti rusa dan babi hutan dapat menjadi pembawa virus PMK.

Gejala PMK pada sapi

Gejala umum

  • Demam tinggi (hingga 41°C)
  • Menggigil
  • Nafsu makan menurun
  • Penurunan produksi susu (pada sapi perah)
  • Air liur berlebihan (hipersalivasi)
  • Air liur berbusa dan menggantung di lantai kandang
  • Luka/lepuh pada mulut, lidah, langit-langit mulut, bibir, dan kaki
  • Lepuh berisi cairan (vesikel) pada kuku dan sela-sela kuku
  • Menggeretakan gigi
  • Menggosokkan mulut
  • Leleran mulut
  • Suka menendang kaki
  • Pincang

Gejala pada anak sapi

  • Sulit menyusu
  • Diare
  • Dehidrasi

Gejala pada sapi perah

  • Mastitis (peradangan ambing)
  • Penurunan kualitas susu
Perlu diingat bahwa gejala PMK dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan penyakit.
Beberapa hewan mungkin hanya menunjukkan beberapa gejala, sementara yang lain mungkin menunjukkan semua gejala. Gejala PMK dapat menyerupai penyakit lain pada sapi, sehingga diagnosis yang tepat oleh dokter hewan sangat penting. Jika Anda menemukan sapi dengan gejala PMK, segera laporkan kepada dinas peternakan setempat. 

Mencegah Badai PMK

Biosecurity

Penerapan biosecurity yang ketat di peternakan adalah kunci utama pencegahan PMK seperti :
  • Batasi pergerakan hewan. Hindari membawa hewan ternak masuk atau keluar peternakan tanpa pemeriksaan yang ketat.
  • Pisahkan hewan yang sakit dari yang sehat. Jika ada hewan yang menunjukkan gejala PMK, segera pisahkan dari hewan lain dan laporkan ke dinas peternakan setempat.
  • Jaga kebersihan dan desinfeksi kandang serta peralatan ternak secara rutin. Gunakan desinfektan yang sesuai untuk membunuh virus PMK. 
  • Desinfeksi kandang untuk mencegah PMK
  • Cuci tangan dan sepatu Anda sebelum dan sesudah memasuki kandang.
  • Gunakan pakaian pelindung seperti sarung tangan dan masker saat menangani hewan yang sakit.

Vaksinasi

Vaksinasi hewan ternak secara rutin dapat membantu membangun kekebalan terhadap virus PMK dengan cara :
  1. Vaksinasi sapi Anda secara berkala.
  2. Pastikan semua hewan di peternakan Anda divaksinasi, termasuk sapi muda dan sapi bunting.
  3. Bekerjasamalah dengan dinas peternakan setempat untuk mendapatkan vaksinasi gratis.

Kewaspadaan

Segera laporkan kepada dinas peternakan setempat jika ditemukan hewan yang menunjukkan gejala PMK serta selalu waspada dengan cara:
  • Perhatikan kesehatan sapi Anda dengan cermat.
  • Jangan membeli hewan ternak dari daerah yang terkena PMK.
  • Jangan mengonsumsi daging atau susu dari hewan yang terjangkit PMK.

Cara mengobati PMK

Pengobatan PMK pada sapi harus dilakukan secara komprehensif dan bertahap untuk meringankan gejala, mencegah komplikasi, dan mempercepat pemulihan.

Langkah-langkah pengobatan PMK

1. Pengobatan Gejala

  • Pemberian obat antipiretik untuk menurunkan demam.
  • Pemberian obat antiinflamasi untuk mengurangi peradangan pada mulut dan kaki.
  • Pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi bakteri sekunder.
  • Pemberian vitamin dan mineral untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Pemberian elektrolit untuk mencegah dehidrasi.

2. Perawatan Luka

  • Bersihkan luka pada mulut dan kaki dengan air hangat dan sabun.
  • Oleskan salep antiseptik pada luka.
  • Gunakan perban kasa untuk menutup luka.
  • Jaga luka tetap bersih dan kering.

3. Perawatan Lainnya:

TIPS Tambahan untuk sapi yang terjangkit PMK

  • Pengobatan PMK harus dilakukan di bawah pengawasan dokter hewan.
  • Pengobatan PMK membutuhkan waktu dan kesabaran.
  • Sapi yang terjangkit PMK tidak boleh dijual atau dipindahkan ke tempat lain.
  • Buatlah lingkungan yang nyaman dan tenang untuk sapi.
  • Hindari stres pada sapi.
  • Berikan pakan yang mudah dijangkau dan tidak menempel di mulut.
  • Perhatikan kondisi sapi secara cermat dan laporkan ke dokter hewan jika ada perubahan.
Dengan memahami Penyebab PMK Pada Sapi, diharapkan pembaca dapat dengan mudah mengidentifikasi kesehatan sapi. Dengan pemahaman terhadap penyebab dan cara penanggulangan, dengan biosecurity yang ketat, serta kolaborasi dari peternak, pemerintah, dan masyarakat, kita bisa melewati badai ini bersama. Mari bahu membahu, selamatkan ternak kita, jaga ketahanan pangan nasional, dan wujudkan masa depan yang lebih cerah bagi peternak dan seluruh masyarakat Indonesia.
LihatTutupKomentar
histats